Mahalul Qiyam

Ada perasaan rindu yang besar, rasa yang mendalam, seperti kecintaan yang tiada bertepi. Rasa yang hanya aku dapat di waktu-waktu seperti itu, rasa yang enggan dijelaskan dengan bahasa logika. Entahlah, bagaimanapun itu adalah tentang kerinduan terhadap seseorang yang sama sekali belum pernah aku lihat, dan ingin sekali aku lihat. Tentang seorang yang sempurna, ma’sum dan suri tauladan bagi umat manusia.

Aku berdiri, menyambut risalahnya, menghadirkan beliau sedalam-dalam hati, mengisak akan kerinduan, ketakutan dan keyakinan yang bercampur menjadi satu. Berdiri menyambut dienul yang haq, di tengah kehinaan diri akan dosa-dosa bergelimang. Mencoba tetap merunduk, tak kuasa menatap jikalau beliau hadir di sanubari kami. Hanya berucap salam, untuk kekasih-Nya.

Benar-benar rasa yang tak tertandingi, tidak ada waktu-waktu lain yang kini benar-benar pantas untuk dikejar. Aku merindukan waktu-waktu seperti itu. Mahalul Qiyam, saat kita melantunkan shalawat, salam takdim kita kepada Al Musthofa Sayyidina Muhammad SAW. Betapa seharusnya umat manusia bergembira, menyambut kedatangan beliau yang membawa risalah Islam, agama yang sempurna. Shalawat kami untuk Engkau wahai Rasulullah, kami mengharap syafaat di yaumil akhir nanti.

mahalul_qiyam_simthud_duror

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s