Tanam sendiri Makananmu

Jadi gini. Saya sedang lumayan suntuk dengan kerjaan. Dari kemarin kerjanya main instagram, bosen. Biar gak bosen, saya facebookan aja. Duh, pembuka tulisan blogpost kali ini geje ya. Oke, seriusan dikit. Jadi gini. Abis facebookan itu, saya nemu sebuah page yang bagus banget isinya. Judulnya : Humans Who Grow Food . Sesuai judulnya, page ini … Lanjutkan membaca Tanam sendiri Makananmu

Iklan

Indonesia, Ya Gitu Deh (2)

Okey, menyambung tulisan yang pertama ini, mari kita sambung dengan melihat realita dan kondisi pendidikan di Indonesia. Sebagai ayah dengan 2 anak laki-laki yang masih balita, saya cukup gundah dengan masa depan pendidikan mereka. Bukan tentang seberapa mahal atau keren sekolah mereka, atau tentang pekerjaan apa yang akan mereka dapatkan. Saya merasa, tidak cukup banyak … Lanjutkan membaca Indonesia, Ya Gitu Deh (2)

Indonesia, Ya Gitu Deh (1)

Beberapa hari yang lalu, saya mendapati sebuah postingan tentang pendidikan di Indonesia, yang ternyata sangat menarik. Judulnya lumayan serem : "Indonesian Kids Don't Know How Stupid They Are" Barangkali tidak perlu diterjemahkan ya, supaya tidak menimbulkan salah persepsi. Ada baiknya, sebelum nglempar gelas, bisa dibaca artikel aslinya di situs indonesiaets.com ini. Oh iya, pake Bahasa Inggris ya, ga usah Baper.

Ayah sekolah dulu ya Nak

September. Kick-off. Dua minggu sudah, saya menambah daftar aktivitas harian. Sebuah kesibukan baru, yang sangat membutuhkan effort dan kebesaran hati. Ayahmu sekolah lagi Nak. Meneruskan langkah biar ada embel-embel sarjana di belakang nama. Dan sebuah wujud dari kata-kata kakekmu dulu ; Bapak hanya mampu menyekolahkan kamu sampe D3 saja, kalau mau lanjut sarjana, silakan berusaha … Lanjutkan membaca Ayah sekolah dulu ya Nak

Anak mau jadi Atlet?

Beberapa waktu yang lalu, saya dan istri terlibat obrolan kecil. Kala itu, menonton sebuah segmen berita mengenai gelaran Sea Games 2017 Kuala Lumpur. Iya, sampai detik ini, pesta akbar olahraga se-Asia Tenggara ini masih berlangsung. Ribuan atlet terlibat, memberikan kemampuan terbaik bagi negara mereka masing-masing, memperebutkan medali dan kebanggaan. Si nyonya terheran-heran melihat tayangan perolehan … Lanjutkan membaca Anak mau jadi Atlet?

Kala Anak-Anak mau Bobok

Tak mudah menidurkan anak yang masih kecil. Proses yang panjang dan tenang sangat dibutuhkan. Satu saja butuh kesabaran. Lha ini dua anak 😀 Lebih dari 5 bulan, setelah resmi menyandang status ayah dari 2 orang anak laki-laki yang ganteng, kehebohan malam hari itu terus saja menyapa kami dengan manisnya. Iya, salah satu tantangan yang kini … Lanjutkan membaca Kala Anak-Anak mau Bobok

Menebak arah jalan, catatan seorang Komuter

Sudah hampir 10 tahun, saya menjadi seorang Komuter. Bahasa simpelnya, penglaju. Tukang nglaju. Dari tahun 2007 sampai 2010, berstatus sebagai mahasiswa UGM, nglaju dari pinggiran kota Wates, Kulon Progo. Menuju kota Yogyakarta, dengan jarak tempuh hampir 30 kilometer. Tak terlalu jauh sih, dibandingkan dengan komuter-komuter di Jabodetabek. Status ini terus berlanjut ketika saya juga mendapatkan … Lanjutkan membaca Menebak arah jalan, catatan seorang Komuter

Hari Anak Nasional, sebuah Refleksi

Dua belas tahun sudah. Kalau mau sedikit bernostalgia dan mengingat-ingat, selama itu sudah saya berkenalan dengan hiruk pikuk isu perlindungan anak. Hiruk pikuk yang sepi, sebenarnya. Kadang terasa lucu, aneh, menggelikan, namun memang harus diakui, ada saat-saat yang dikangeni, tentang gerakan di lingkaran hak-hak anak. Banyak hal yang memang bisa dikenang, mulai dari doktrinasi perlindungan … Lanjutkan membaca Hari Anak Nasional, sebuah Refleksi

Auzanara Azlan Fauzi

Empat bulan lebih enam hari. Itu usiamu kini, dan akan terus bertambah. Selama itu pula, kami resmi mulai menyandang status sebagai orang tua dari dua orang anak laki-laki. Untuk hal ini, saya benar-benar harus angkat topi dan memberikan pujian setinggi langit bagi istriku tercinta, Lisa Rusmalina. Rasa sakit dan letihnya, saat-saat berjuang mengandung anak kedua … Lanjutkan membaca Auzanara Azlan Fauzi

Literasi sejak Dini

Awalnya hanya senang berkunjung ke toko buku. Meluangkan waktu berjalan-jalan di lorong-lorong antara jejeran rak-rak penuh buku. Kemudian, mulai suka berjubel di bazar-bazar buku, memburu buku-buku diskon 😀 Ada kenikmatan tersendiri saat mengendus aroma buku baru, saat membaca-baca sinopsis di sampul belakang, dan tantangan seru saat menimbang-nimbang isi dompet untuk membeli buku incaran. Di Jogja, … Lanjutkan membaca Literasi sejak Dini