Traveling Pintar dengan Work Trade

Meneruskan satu fragmen dari tulisan Tanam Sendiri Makananmu ini, saya tertarik untuk mengulas sebuah cara bagi para "low budget traveler" bisa bepergian dengan murah dan sarat ilmu. Yakni dengan melakukan Work Trade. Istilah ini baru saya pahami belakangan ini, dan belum menemukan padanan yang pas dalam Bahasa Indonesia. Mungkin yang mendekati adalah program "Magang", hanya saja terdapat … Lanjutkan membaca Traveling Pintar dengan Work Trade

Iklan

Tips Memanfaatkan “Bekas” Grup WhatsApp

Jadi begini. Kalian pernah enggak, tiba-tiba dimasukkan ke sebuah WhatsApp Grup (WAG) yang bersifat sementara, adhock, temporary, ya semacam itu lah. Biasanya grup seperti ini dibuat untuk mempersiapkan sebuah acara, atau membahas sesuatu yang rahasia. Misalnya mau ngerjain kawan yang ulang tahun, persiapan 17-an, janjian kondangan atau jenguk orang sakit. Ada juga, grup di dalam … Lanjutkan membaca Tips Memanfaatkan “Bekas” Grup WhatsApp

Pelangi Pemikiran

Agaknya, saya sedikit kesal dengan perang pemikiran di sosmed, akhir-akhir ini. Kok ya semua orang seakan dipaksa untuk "berkutub". Kutub Utara vs Kutub Selatan. Kelompok kotak-kotak berkawan dengan geng berjubah melawan kelompok pengendali udara. Atau kubu pro Jokowi versus kubu pro Jarjit Singh. Apa sedemikian hebat ya, polarisasi yang sudah terjadi. Kebetulan, saya juga mengikuti … Lanjutkan membaca Pelangi Pemikiran

Untuk PNS yang Sekolah lagi

Memasuki bulan ketiga, memasuki kampus lagi, membuka diktat-diktat lagi, berkutat pada KRS lagi. Ya Kariim, sebuah kenikmatan lagi. Kelas karyawan, sebuah program yang menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengembangkan kapasitas diri, meniti karir lebih tinggi, dan tidak mau terhenti di satu titik. Juga jembatan bagi ambisi-ambisi diri, dan lebih sarkas lagi, jadi titian jadi … Lanjutkan membaca Untuk PNS yang Sekolah lagi

Anak mau jadi Atlet?

Beberapa waktu yang lalu, saya dan istri terlibat obrolan kecil. Kala itu, menonton sebuah segmen berita mengenai gelaran Sea Games 2017 Kuala Lumpur. Iya, sampai detik ini, pesta akbar olahraga se-Asia Tenggara ini masih berlangsung. Ribuan atlet terlibat, memberikan kemampuan terbaik bagi negara mereka masing-masing, memperebutkan medali dan kebanggaan. Si nyonya terheran-heran melihat tayangan perolehan … Lanjutkan membaca Anak mau jadi Atlet?

Menebak arah jalan, catatan seorang Komuter

Sudah hampir 10 tahun, saya menjadi seorang Komuter. Bahasa simpelnya, penglaju. Tukang nglaju. Dari tahun 2007 sampai 2010, berstatus sebagai mahasiswa UGM, nglaju dari pinggiran kota Wates, Kulon Progo. Menuju kota Yogyakarta, dengan jarak tempuh hampir 30 kilometer. Tak terlalu jauh sih, dibandingkan dengan komuter-komuter di Jabodetabek. Status ini terus berlanjut ketika saya juga mendapatkan … Lanjutkan membaca Menebak arah jalan, catatan seorang Komuter

Hari Anak Nasional, sebuah Refleksi

Dua belas tahun sudah. Kalau mau sedikit bernostalgia dan mengingat-ingat, selama itu sudah saya berkenalan dengan hiruk pikuk isu perlindungan anak. Hiruk pikuk yang sepi, sebenarnya. Kadang terasa lucu, aneh, menggelikan, namun memang harus diakui, ada saat-saat yang dikangeni, tentang gerakan di lingkaran hak-hak anak. Banyak hal yang memang bisa dikenang, mulai dari doktrinasi perlindungan … Lanjutkan membaca Hari Anak Nasional, sebuah Refleksi

Literasi sejak Dini

Awalnya hanya senang berkunjung ke toko buku. Meluangkan waktu berjalan-jalan di lorong-lorong antara jejeran rak-rak penuh buku. Kemudian, mulai suka berjubel di bazar-bazar buku, memburu buku-buku diskon 😀 Ada kenikmatan tersendiri saat mengendus aroma buku baru, saat membaca-baca sinopsis di sampul belakang, dan tantangan seru saat menimbang-nimbang isi dompet untuk membeli buku incaran. Di Jogja, … Lanjutkan membaca Literasi sejak Dini

Pembaca yang Terkotak

Sebulan lebih, nggak nulis apapun di blog ini. Biasa lah, kerjaan mulai berduyun-duyun datang. Sebagai blogger yang masih ababil, masih bisa ditolerir kali ya. Yang penting absen nulis, paling nggak sebulan sekali. Kemarin, saya menyempatkan diri untuk menengok buku-buku koleksi, yang ironisnya hampir 75% belum tuntas saya baca. Ada perasaan rindu masa-masa kecil, saat dulu, … Lanjutkan membaca Pembaca yang Terkotak