Ayah sekolah dulu ya Nak

September. Kick-off. Dua minggu sudah, saya menambah daftar aktivitas harian. Sebuah kesibukan baru, yang sangat membutuhkan effort dan kebesaran hati. Ayahmu sekolah lagi Nak. Meneruskan langkah biar ada embel-embel sarjana di belakang nama. Dan sebuah wujud dari kata-kata kakekmu dulu ; Bapak hanya mampu menyekolahkan kamu sampe D3 saja, kalau mau lanjut sarjana, silakan berusaha … Lanjutkan membaca Ayah sekolah dulu ya Nak

Iklan

Kala Anak-Anak mau Bobok

Tak mudah menidurkan anak yang masih kecil. Proses yang panjang dan tenang sangat dibutuhkan. Satu saja butuh kesabaran. Lha ini dua anak 😀 Lebih dari 5 bulan, setelah resmi menyandang status ayah dari 2 orang anak laki-laki yang ganteng, kehebohan malam hari itu terus saja menyapa kami dengan manisnya. Iya, salah satu tantangan yang kini … Lanjutkan membaca Kala Anak-Anak mau Bobok

Auzanara Azlan Fauzi

Empat bulan lebih enam hari. Itu usiamu kini, dan akan terus bertambah. Selama itu pula, kami resmi mulai menyandang status sebagai orang tua dari dua orang anak laki-laki. Untuk hal ini, saya benar-benar harus angkat topi dan memberikan pujian setinggi langit bagi istriku tercinta, Lisa Rusmalina. Rasa sakit dan letihnya, saat-saat berjuang mengandung anak kedua … Lanjutkan membaca Auzanara Azlan Fauzi

Menyambut si Kecil (lagi)

Tak tega membiarkan blog ini terpaku oleh tulisan terakhir, yang bertanggal 22 April 2016. Hampir 9 bulan lamanya vakum. Banyak yang bisa disalahkan, antara pekerjaan yang semakin embuh, konsistensi diri yang njeblug, sampai hilangnya ide-ide brilian di otak karena pemanasan global. Tapi memang, andil sasaran tembak terbesar adalah "this ridiculous and irrihating clericality behind a … Lanjutkan membaca Menyambut si Kecil (lagi)

Mall-nya jauh, ke Sawah aja yuk

Niatnya, pengen ngajak istri jalan-jalan, sekedar memberi waktu padanya untuk mengalihkan pandangan dari dapur, mesin cuci dan popok bayi. Beberapa waktu terakhir, santer beredar istilah-istilah "Me Time" di sosial media. Sebuah terminologi yang cukup menyilaukan mata, terutama bagi papah-papah muda seperti saya ini.  Seolah-olah, para bapak baru kurang memberikan porsi perhatian pada kemulusan kulit sang … Lanjutkan membaca Mall-nya jauh, ke Sawah aja yuk

Masa’ ga boleh nonton TV ?

Sejak awal pernikahan saya dan istri sudah berkomitmen,  bahwa kelak anak kami harus dijauhkan dari pengaruh buruk televisi. Note : Dijauhkan dari pengaruh buruk televisi, bukan dijauhkan dari televisi. Kenapa dan bagaimana ? Ada begitu banyak alasan, sebagian besar sangat masuk akal, sebagian yang lain sangat-sangat masuk akal. Apa kau rela, anakmu yang sedang belajar … Lanjutkan membaca Masa’ ga boleh nonton TV ?

Menulis 2015 (2)

Ini adalah bagian kedua dari tulisan sebelumnya, tak cukup penting sih, tapi tetap harus dituangkan. Di 2015 ini, menulis blog dan semacamnya akan tetap jadi kesenanganku, selain karena memang hobi, media blogging ini gratis. Hehe. Sempat berfikir untuk membeli domain untuk blog ini, menjadi semacam hits bagi postingan yang terbaik. Tapi, pending dulu. Aku kurang … Lanjutkan membaca Menulis 2015 (2)

Little Miracle

Melanjutkan posting tentang Kontradiksi tempo hari. Sekali lagi aku buktikan bahwa menyalakan lilin adalah langkah terbaik dari semua hal lain ketika kamu berada dalam kegelapan. Mengumpat adalah perbuatan paling mudah, namun tidak menyelesaikan masalah. Motivasi bagi diriku sendiri juga. Iya, pundi-pundi rupiah perlahan terkumpul, dari tangan-tangan dermawan yang peduli. Miracle. Mengumpulkan 3 juta dalam tempo … Lanjutkan membaca Little Miracle

Akte

Semalam ada sebuah sms masuk. Sekali lagi, narasumber harus dilindungi dan dirahasiakan. Sempat tercengang juga, ini pemandangan ke sekian tentang hal-hal yang menyakitkan, terutama bagi anak-anak yang menginginkan kedamaian. Sms nya begini : " Akte q ga ada nama bpk q mz 😦 " Jlebb.. Aduh, aku mesti jawab apa ? Ini udah kategori serius, … Lanjutkan membaca Akte