Perubahan Iklim mengancam Populasi Katak

Katak Australia, yang sebelumnya memang sudah terancam oleh perusakan habitat dan penyakit, kian tertekan karena perubahan curah hujan dan kenaikan suhu akibat perubahan iklim. Para ahli mengkhawatirkan dampak serius tersebut, di mana perubahan iklim akan mendorong spesies-spesies tersembunyi pada kepunahan, bahkan sebelum didokumentasikan oleh ilmu pengetahuan.

Katak Australia tidak ditemukan lagi di belahan dunia manapun, bahkan di Australia sendiri menghadapi ancaman kekeringan dan suhu ekstrem. Katak sangat rentan terhadap perubahan iklim, karena mereka berdarah dingin (ectotherm), binatang dengan suhu tubuh yang disesuaikan dengan lingkungan mereka.

Prof. Michael Mahoney dari Universitas Newcastle telah mempelajari perilaku amfibi selama 3 dekade. ” Ini adalah dampak akumulatif, ada beberapa jenis katak yang berkurang secara drastis karena jamur. Kini mereka menghadapi perubahan iklim, sehingga membuat keadaan semakin berat.”

Setiap jenis katak memiliki titik kritis suhu maksimal yang berbeda, mereka akan mati jika suhu melewati titik tersebut. Maka mereka harus menemukan tempat untuk berlindung, memastikan tubuh mereka tetap dingin dan lembab. Namun, masalah selanjutnya adalah seberapa banyak tempat perlindungan yang tersedia ? Habitat yang ideal semakin berkurang. Apakah spesies katak dapat berpacu dengan perubahan iklim ?

Beberapa spesies Katak Australia hidup di hutan hujan pada dataran tinggi, dengan suhu maksimal 29 C. Namun dalam 4-5 tahun terakhir, terdapat 4 atau 5 hari dengan suhu mencapai 32 C. Sebenarnya perubahan iklim memiliki dampak yang lebih lambat daripada wabah jamur, sehingga sebenarnya ada kesempatan dan waktu untuk beradaptasi. Tapi hal itu juga berbahaya, karena orang-orang cenderung tidak melakukan apa-apa.

Dr. Jody Rowley, seorang ahli katak dan biologi dari Museum Australia dan Universitas New South Wales, mengatakan bahwa terdapat setidaknya 240 spesies katak di Australia. Dari itu, sekitar 20% belum dinamai dan diteliti dalam jurnal ilmiah. Di Asia Tenggara, penggundulan hutan berjalan cepat, melebihi kecepatan para ahli menemukan spesies baru. Hal yang sama bisa saja terjadi di Australia.

Dr Laura Brannelly dari Universitas Melbourne telah mempelajari bagaimana katak mengatasi ancaman perubahan iklim dan penyakit. Bagi katak, pada umumnya, perubahan iklim adalah ancaman nyata karena mereka sangat tergantung pada ketersediaan air. Namun kini ketersediaan air mengalami perubahan pola akibat pemanasan global. Salah satu spesies, katak pohon alpine kini menghadapi bahaya kekeringan dan minimnya curah hujan salju. Hal ini berpengaruh pada proses perkembangbiakan.

Solusi Masalah ?

Tabitha Rudin dari University of Western Australia tengah melakukan riset tentang “assisted gene flow” yang diharapkan dapat membantu dalam mengatasi hal tersebut. Dia menciptakan keturunan katak buatan (hybrid) di laboratorium yang memiliki toleransi tinggi pada kondisi kekeringan. Eksperimen ini tengah diuji, untuk mengetahui apakah berdampak positif pada generasi-generasi selanjutnya.

Salah satu kendala besar lain adalah minimnya data keberadaan katak untuk diperbandingkan, sehingga sulit untuk menelusuri perubahan akibat perubahan iklim. Maka dia mendirikan FrogID, sebuah proyek sains sipil yang mencoba menelusuri keberadaan katak. Berbasis aplikasi Android dan Apple, user akan melaporkan temuan katak yang mereka dapatkan. Namun, mereka mendapatkan banyak cerita bahwa orang-orang kini tak lagi mendengar suara katak sama sekali.

Diterjemahkan secara bebas dari artikel : Climate change puts additional pressure on vulnerable frogs (The Guardian)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s