Tips Memanfaatkan “Bekas” Grup WhatsApp

Jadi begini.

Kalian pernah enggak, tiba-tiba dimasukkan ke sebuah WhatsApp Grup (WAG) yang bersifat sementara, adhock, temporary, ya semacam itu lah. Biasanya grup seperti ini dibuat untuk mempersiapkan sebuah acara, atau membahas sesuatu yang rahasia. Misalnya mau ngerjain kawan yang ulang tahun, persiapan 17-an, janjian kondangan atau jenguk orang sakit.

Ada juga, grup di dalam grup. Macam enclave gitu. Isinya, sebagian dari penghuni sebuah grup, yang membuat grup baru karena gak nyaman dengan grup lamanya itu, atau ingin bisa lebih bebas.

Nah, nanti setelah selesai acara, grup ini akan dihapus. Satu per satu anggota disuruh left. Beberapa waktu lalu, saya sempat juga masuk ke grup yang sifatnya sementara. Nama grupnya : “Sementara” . Iya, jujur banget ya. Grup ini dibuat seorang kawan untuk persiapan outbond di kampungnya. Setelah acara sukses dieksekusi, semua anggota diminta left. Nah, saya tidak left. Otomatis, tinggal saya seorang diri di grup itu. Sendiri dan sepi, dan jadi admin pulak.

Kenapa nggak keluar dari grup? Tiba-tiba ada ide cemerlang. Saya sering kesulitan dalam memindahkan file dari ponsel ke laptop. Ponsel saya ini agak error, susah terhubung dengan laptop pake kabel data. Maka, saya kerap nitip file dengan mengirim via WA ke istri, kemudian saya buka WhatsApp Web melalui laptop. Baru file tersebut saya download. Tapi, kan repot itu. Kadang istri bingung dengan kiriman yang nggak jelas gitu.

Nah, berhubung saya punya WAG yang isinya saya seorang, saya manfaatkan aja. Mau kirim apa aja kan bebas, gak ada yang terganggu. Hehe. Nanti bisa saya download di laptop. Cerdas nggak tuh?

 

WAG Sementara
Tinggal saya seorang diri di WAG ini

Selain bisa digunakan untuk berkirim file atau media, bekas WAG ini bisa jadi tempat menyimpan link yang kita akses pake ponsel, kemudian akan dibuka di laptop atau PC. Kemarin saat senggang, saya gunakan untuk browsing  materi tugas kuliah. Tautan web kemudian saya copy ke bekas WAG tersebut. Saat ada kesempatan membuka laptop, tautan tersebut bisa saya akses melalui WhatsApp Web. Bisa menjadi semacam notes kan?

 

WAG Sementara 2
Nitip tautan di bekas WAG

 

Mudah kan? Termasuk ketika nulis postingan ini, saya gunakan grup bekas itu. Saya screenshoot tampilan WAG “Sementara”, kemudian screenshoot itu saya kirim juga melalui WAG “Sementara”. Selanjutnya, file saya download melalui WhatsApp Web. Hehe. Begini screenshoot-nya.

 

WAG Sementara 2
Screenshoot gambar pertama di blogpost ini juga dikirim via WAG “Sementara”

Simple kan? Hehe. Begitulah, tidak semua barang bekas itu harus dibuang. Begitu pula dengan bekas WAG. Yang perlu dilakukan adalah, tunggu sampai semua member grup keluar. Habis itu, enjoy your own WAG. Hahaaha.

Bekas WAG ini ternyata sangat membantu dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah, pekerjaan, maupun yang lainnya. Semoga menjadi amal jariyah bagi yang membuat. Hehe.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s