Tanam sendiri Makananmu

Jadi gini. Saya sedang lumayan suntuk dengan kerjaan. Dari kemarin kerjanya main instagram, bosen. Biar gak bosen, saya facebookan aja.

Duh, pembuka tulisan blogpost kali ini geje ya. Oke, seriusan dikit. Jadi gini. Abis facebookan itu, saya nemu sebuah page yang bagus banget isinya. Judulnya : Humans Who Grow Food . Sesuai judulnya, page ini berisi cerita dan gambar orang-orang yang menanam sendiri makanannya, di seluruh dunia.

Humans Who Grow Food features stories of home gardeners, farmers and community gardens across borders & cultures.

Kalau kita suka berkebun, menanam sendiri berbagai sayuran, buah ataupun tanaman lain, kita bisa mengirimkan story dan foto-fotonya ke page ini, untuk kemudian diposting. Media ini telah memiliki 78.508 likes dan 82.036 follower, sangat banyak untuk membagi ilmu dan motivasi tentang dunia tanam-menanam.

Salah satu sosok yang ditampilkan oleh page ini (tanggal 11 April 2018) adalah Clauco Garofalo. Dia adalah seorang carpenter dari Carpi, Italia.

clauco
sumber : Humans Who Grow Food

Saya cukup terinspirasi dengan apa yang dia lakukan. Lihat kan, foto di atas. Sebuah image yang jujur, meneduhkan, hijau dan senyum yang tulus, jauh dari beban. Siapa yang nggak pengen? Bahkan memegang buah kelapa, nanas dan kakao, menjadi kebahagiaan yang tak terkira. Foto selanjutnya, tampilan aerial kawasan yang ia tempati.

sattvaland
Sumber : Humans Who Grow Food

Lalu, apa istimewanya ? Lho, keren kan mblo. Menanam sendiri makanannya, tanpa banyak ketergantungan dengan produk-produk pabrikan, lebih sehat, berdaulat pangan, dan sangat rekreatif. Bisa menjadi sebuah media olah jiwa ketika disibukkan dengan hal-hal yang membosankan.

Pada tahun 2003, Clauco Garofalo dan keluarganya pindah ke Kanada untuk mencari peruntungan. Kemudian, mereka banyak melakukan perjalanan ke berbagai tempat, dengan berbagai kultur, makanan, cerita, politik yang berbeda. Namun, mereka merasa apa yang mereka jalani tersebut kurang menginspirasi, dan perlu membuat sebuah karya yang mampu memuaskan hasrat mereka untuk hidup dengan berbeda.

Pada tahun 2013, mereka memutuskan untuk mencari sebuah hunian yang sesuai dengan passion, sesuatu yang kreatif. Maka, mereka menemukan tempat yang sesuai : Belize.

Vibrant and alive, hot and humid, rushing with an abundance of freshwater and home to a mosaic of new and ancient cultures

Pada Maret 2014, mereka akhirnya menemukan tempat yang benar-benar tepat di Belize yaitu di Hummingbird Hwy, di mana mereka mulai membangun kawasan itu sesuai dengan visi keluarga ini. Dan, hasilnya ? Tunggu sampai kalian melihat foto-foto keren ini :

 

 

Jujur deh, itu bener-bener foto yang indah di mata, sehat di retina dan kaya nutrisi di otak. Mereka menamakan project ini : Sattva Land.

Sattva means purity, truth, serenity. Sattva gives us balance and harmony between the relationship with our mind, body, and soul. Our Land blooms with Sattvic qualities that bring inspiration to the soul and peace to the mind. 

Nah, kalian bisa mengakses berbagai program yang ditawarkan oleh Sattva Land. Ada 2 program utama, yakni Volunteering dan Work Trade. Jika kita mengikuti program volunteering, kita bisa mempelajari bagaimana membuat perkakas dari kayu atau menyiangi kebun, merawat greenhouse, atau menanam kakao. Kalian harus mampu beradaptasi dan memiliki kemauan yang kuat untuk mengikuti program ini, namun tentu saja banyak ilmu yang akan didapat.

Kalian juga bisa mengikuti program Work Trade, semacam magang. Jika dalam program volunteering, ada biaya yang harus dikeluarkan (US $150 per minggu / US $500 per bulan), dalam Work Trade ini kalian free of charges alias Gratis. Tapi, ada tapinya. Kalian harus membantu berbagai aktivitas di sana, dan harus memiliki kualifikasi yang memadai. Work Trade ini menjadi peluang yang bagus untuk bisa traveling ke berbagai negara dengan budget yang terbatas. Mungkin, lain kali bisa diulas dengan tulisan lain.

Beberapa posisi yang ditawarkan di Sattva Land :

  • Logistics Coordinator

  • Plant Based Cook

  • Permaculturist

  • Handyman

Kalian tertarik? Silakan akses ke link ini : Programs in Sattva Land

Subhanallah, pengen banget nanti membangun rumah dengan konsep seperti yang diterapkan di Sattva Land. Mereka menerapkan pola hidup yang selaras dengan alam, mendayagunakan akal dan tenaga untuk alam sembari memanfaatkan apa yang bisa dikonsumsi secara bijaksana. Konsep permakultur (yang juga pengen saya kupas lebih lanjut, semoga) memastikan tanah tetap terjaga dari kerusakan, dengan tetap mendapatkan manfaat dari apa yang tumbuh di atasnya.

Tenang permakultur ini, di Jogja juga ada sebuah tempat yang bagus, menawarkan konsep yang hampir serupa dengan Sattva Land ini. Namanya Bumi Langit. Silakan rujuk ke link ini : bumilangit.org Semoga kapan-kapan bisa menyambangi tempat itu.

Saya kerap membayangkan, sebuah kehidupan yang harmoni, jauh dari pikuk-pikuknya suara mesin, rusuhnya perpolitikan, atau remah-remah snack polutif di mall. Kita bisa memetik bahan makanan yang akan dikonsumsi, tanpa membeli di pasar. Memasak dengan bara api hasil pembakaran kayu kering, dengan bumbu yang dipetik oleh anak-anak di kebun. Menikmati makanan dengan riang, kemudian bersama-sama membersihkan meja makan, tanpa ada yang terbuang percuma.

Screenshot 2018-04-26 13.08.31
sumber : sattvaland.com

Dan memang, menurut saya, itu adalah sebuah kekayaan yang hakiki dan menentramkan. Bagaimana bisa? Ya, itu semua adalah aset riil yang mampu menopang kebutuhan primer manusia untuk bertahan hidup. Bayangkan : di saat uang dan saham tak lagi bernilai, ke mana kah manusia akan mencari jalan hidup ? Ke restoran? Ayolah, di sana tidak akan ada makanan, karena orang tak lagi membutuhkan uang. Manusia akan kembali ke pola hidup lama, yaitu bagaimana memproduksi makanan.

Dan jika kita punya tanah, kemampuan dan ilmu untuk mengolahnya, bukankah itu sudah sangat cukup?

Daulat pangan menjadi sebuah alternatif bagi beberapa kebutuhan manusia, dan itu sangat relevan di masa sekarang ini. Yaitu kebutuhan makan, rekreatif, konservasi dan keseimbangan. Maka, itu bisa dimulai dengan menanam sendiri makananmu.

sumber : sattvaland.com
sumber : sattvaland.com
Iklan

3 respons untuk ‘Tanam sendiri Makananmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s