Kala Anak-Anak mau Bobok

Tak mudah menidurkan anak yang masih kecil. Proses yang panjang dan tenang sangat dibutuhkan. Satu saja butuh kesabaran. Lha ini dua anak πŸ˜€

Lebih dari 5 bulan, setelah resmi menyandang status ayah dari 2 orang anak laki-laki yang ganteng, kehebohan malam hari itu terus saja menyapa kami dengan manisnya. Iya, salah satu tantangan yang kini terus kami hadapi adalah prosesi menidurkan dua orang jagoan ini. Bukan perkara mudah, tapi juga bukan hal yang terlalu sulit. Tak mudahnya, karena kedua anak ini, sama-sama menginginkan dikeloni sang bunda. Lah, bapaknya? Terpaksa mojok sambil ngupil. Meratapi nasib, bau badannya terlalu pekat sebagai pengantar tidur.

Berbekal pengalaman selama 5 bulan ini, saya bisa sedikit berbagi tips bagi para Abah yang punya 2 anak kecil, khususnya yang usianya tak terlalu jauh. Lebih khusus lagi, yang keduanya laki-laki. Terkhusus lagi, yang keduanya terlanjur fall in love with their mom’s scent.

Tips pertama : Cermati, mana anak yang lebih ngantuk, si kakak atau adeknya.

Nah, kalau si kakak yang uda teler mau bobok, biasanya akan lebih mudah. Biasanya, saya akan menggendong atau mengajak interaksi si bungsu, di saat Bundanya me-ninabobok-anΒ si kakak. Intinya, di saat si kakak sudah terlelap, Bunda akan bisa fokus menyusui si keci, karena kebanyakan adegan yang terjadi adalah si kakak cemburu dan tidak memperbolehkan Bundanya menyusui adek.

Jika si kecil sudah ngantuk duluan, pastikan kita bisa mengalihkan perhatian kakaknya, ajak ke mana kek. Main lego, nggambar, baca buku, atau ajak liat langit malam yang syahdu. Upayakan si kakak ini benar-benar jaga jarak dari tempat adiknya ditidurkan. Radius 5 kilometer. Eh lebay ah. Karena suara-suara kecil saja, bisa membangunkan bayi yang mau tidur. Si kecil sudah tidur? Jangan tenang dulu, tetap jaga agar si kakak tidak mengganggu adiknya.

Kadang, kesalahan dalam memprediksi mana yang ngantuk duluan ini, bikin gaduh. Si kakak uda ngantuk, eh malah si kecil yang dikeloni. Rame deh.

Tips kedua : Cari hal-hal yang mempercepat proses tidur anak-anak.

Ingat ya, obat tidur tidak masuk dalam tips ini. Ada banyak tips menidurkan anak, salah satunya dengan mengusap-usapkan tissue lembut ke wajah anak. Saya pernah mencoba, bukannya tidur, si bungsu malah ketawa-tawa. Dan si kakak ngeliat sambil nyinyir: apaan sih ayah geje. Nah, dari pengalaman saya, anak-anak cenderung akan mudah tertidur jika kecapekan. So, buat mereka capek !! Engggg… Gak gitu juga sih. Cukup siapkan fisikmu untuk meladeni si kakak bermain, jangan bosan dengan tingkah polahnya. Sampai dia capek, kemudian terkapar tidur dengan sendirinya.

Untuk si kecil, bisa dengan membuat ayunan. Pake keranjang rotan bisa, atau stroller yang bisa disetting menjadi ayunan. Dia bakalan keenakan diayun-ayun, tau-tau tidur deh. Termasuk bapaknya ikut tidur sekalian.

Tips ketiga : Pikiran harus tenang, jangan baper. Move on bro.

Yang tadi dikantor habis disemprot pak mandor, atau tiba-tiba kuota internetnya hilang, jangan dibawa perasaan bro. Anak-anak adalah makhluk yang peka, mereka bisa dengan amazingnya merasakan kegelisahan orang tuanya. Saat-saat mau bobok adalah masa yang krusial. Masa transisi dari terjaga ke istirahat, rawan. Sekalinya salah satu nangis, biasanya akan menular.

Terus jaga kekompakan Ayah-Bundanya, jangan malah berantem, apalagi cuma gara-gara rebutan potongan terakhir martabak. Pengalaman saya, ketika kita fresh, plong, dan selow-going,Β anak-anak bisa bobok dengan damai, mulus pula prosesnya. Beda halnya saat pikiran kita diliputi oleh kekalutan, anak-anak akan merespon juga, rawan rewel.

Tips keempat : Berbagi peran, saling support.

Saat anak-anak mau tidur, ternyata di saat bersamaan ada final piala dunia U-77. Si Bapak jangan menang sendiri, utamakan anak-anak. Ntar finalnya nonton di yutube’ saja. Jangan lupa beli kuota dulu. Si Emak juga jangan tergoda sinetron panah cinta yang tertukar.Β Utamakan anak-anak, nontonnya kalo uda pada tidur. Nonton di yutube’. Rebutan sama suaminya.

Intinya, bahu membahu, jangan egois melihat pasangan kita menidurkan anak sendirian, bantu dia. Ntar kalau udah pada tidur, baru kerasa deh kelegaannya. Lega. Plong. Romantis. Uhuk uhuk.

Tips kelima : Ini yang paling penting, jangan bobok duluan.

Lah, kalau ayah-ibunya tidur duluan, yang mau menidurkan anak-anak siapa? Tips apaan sih ini. Eh, kalian yang belom dikaruniai buah hati, belum tahu rasanya : ngelonin anak, kitanya sendiri yang bobo. Si anak malah glundung sana sini. Hehe. Iya, rasa capek yang sangat, terutama bagi sang Bunda, kadang memaksa mereka tak sengaja tidur duluan.

Saya kerap mendapati istri saya udah terlelap, sedang si Nara masih gigit-gigit ujung bantal. Tak jarang pula, saya ditegur istri karena ngorok duluan, padahal 2 menit yang lalu masih ngayun-ayunin kasur kecil si Nara. Nara nya malah hampir ngglungung. Itu semua tak disengaja, tapi memang sebaiknya dihindari.

Kesimpulan : Tidur adalah salah satu fase penting dalam tumbuh kembang anak-anak kita. Sebagai orang tua yang baik, pastikan kita menghantarkan mereka dalam tidur yang indah, dengan proses yang tenang. Karena, untuk mencapai hal itu, bukan perkara mudah. Tidur yang cukup, akan membuat mereka nyaman, tumbuh dengan baik. Kemudian, pastikan kita siap dengan senyum yang indah, saat mereka membuka mata keesokan harinya. Menyambut hari yang baru, dengan kasih sayang baru, dan pengasuhan yang baru.

Satu lagi yang sangat penting. Kalau anak-anak sudah tidur, si Ayah juga bisa tidur dengan tenang. Itu saja. Salam Ayah Senang.

Iklan

2 respons untuk β€˜Kala Anak-Anak mau Bobok’

  1. aqmerindukan masa-masa seperti itu mas, ngelonin anak, bau minyak telon sehabis mandi.
    anakku tidurnya udah misah, gak perlu didongengin dan dikelonin πŸ™‚

    selamat menikmati rengekan si kecil πŸ™‚

    1. aroma minyak telon, itu membekas sekali di otak ya mas..bahkan di kantor pun kadang masih terlintas..hhehe..iya mas, selamat juga sampeyan, setiap fase tentu ada tantangan tersendiri, kalo uda gede bisa diajak curhat. πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s