Mall-nya jauh, ke Sawah aja yuk

Niatnya, pengen ngajak istri jalan-jalan, sekedar memberi waktu padanya untuk mengalihkan pandangan dari dapur, mesin cuci dan popok bayi. Beberapa waktu terakhir, santer beredar istilah-istilah “Me Time” di sosial media. Sebuah terminologi yang cukup menyilaukan mata, terutama bagi papah-papah muda seperti saya ini. Β Seolah-olah, para bapak baru kurang memberikan porsi perhatian pada kemulusan kulit sang istri, atau hasrat selfie di objek wisata terkini. Oke, dalam rangka meredam semua itu, dan sebelum istri saya termakan propaganda terminologi itu (walau alhamdulillah, istri saya sangat bijak), saya berencana mengajaknya jalan-jalan.

Rencananya sih mau ke mall, atau objek wisata lain di kota Jogja. Maklum, meski mengaku sebagai wong Jogja, domisili saya berada di radius 30 km dari pusat kota Jogja. Berhubung si kecil masih belum tega jika diajak motor-motoran sejauh itu (belum punya gerobak roda 4 πŸ˜€ ), ya terpaksa dialihkan ke tempat lain. Hehe. Dan berhubung tempat wisata di sekitaran saya juga masih itu-itu saja, saya mengajak istri dan anak ke alam sekitar. πŸ˜€ Mudah bukan? (Padahal biar irit juga sih. Hehe )

Sudah beberapa kali saya mengajak si kecil berinteraksi dengan alam sekitar. Nggak perlu jauh-jauh, kebetulan kediaman kami dekat dengan sawah. Rumah mertua juga, berkendara beberapa kilometer sudah dapat pemandangan yang bagus banget. Dan yang terpenting, si kecil senang. Hehe. Apalagi saat Nahlendra melihat iring-iringan ratusan bebek mau pulang dari penggembalaan, nampak dia sangat penasaran.

Begini penampakan kami πŸ˜€

liat bebek konvoi
liat bebek konvoi
ijo-ijo, segar di mata
ijo-ijo, segar di mata
ini waterboom nak, eh salah, selokan irigasi
ini waterboom nak, eh salah, selokan irigasi
breakfast di rerumputan
breakfast di rerumputan

 

long road
jalannya panjaaaannnggg

 

masukin ke IG
masukin ke IG, biar kekinian

Simpel kan ?? Nilai lebih bagi kami yang tinggal di pedesaan, adalah pemandangan-pemandangan seperti di atas. Ya, manfaatkan semua itu untuk perkembangan si kecil. Tidak mahal, mudah dijangkau, dan sangat indah. Sebelum semua keindahan itu tertelan jaman, tergerus peradaban modern, atau tercacah pembangunan, sebisa mungkin nikmati semua itu. Iya, dalam beberapa tahun ke depan, barangkali yang seperti ini akan sulit diakses.

Mega proyek bandara dan mega-ambisi kini tengah berjalan seiringan dengan langkah kami. Proyek bandara, termasuk pembangunan sekunder yang mengiringinya, tentu saja akan berpotensi menimbulkan efek lain. Bisa baik, bisa buruk. Tanpa kebijaksanaan dan visi yang bagus, bukan tidak mungkin semua itu berjalan tanpa terkendali. Sekarang, kami masih bisa menikmati udara segar, suatu saat mungkin kami harus mencari kian jauh ke atas gunung.

Sekarang, kami memilih ke sawah, karena jarak ke Mall jauh. Semoga nanti tidak sebaliknya, kami ke Mall, karena jarak ke sawah kian jauh.

googling tentang bandara kulon progo
googling tentang bandara kulon progo

Iklan

9 respons untuk β€˜Mall-nya jauh, ke Sawah aja yuk’

  1. Wih enaknya tinggal dekat sama persawahan, udara sejuk, tak ada polusi dan mata jadi hijau setiap hari πŸ˜€ tidak seperti di kota besar yg tiap hari liatnya beton dan mobil hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s