Abai

Beberapa kali istriku menegur : mbok kalau sakit itu berobat, jangan dibiarkan saja, nanti tambah parah lho kak… Hehe, bukan aku saja yang ditegur seperti itu, bapak mertuaku juga konon pernah kena warning dari istriku tercinta ini. Terakhir kali, bapak mertua memang sempat sakit dan seharian berkhalwat sendirian di kamar, tanpa mau diganggu. Baik oleh obat-obatan, ataupun santapan lezat.

Idem, bapakku sendiri juga setipe. Jika penyakit yang menyerang tak seberapa, beliau lebih memilih untuk membiarkan sistem kekebalan tubuhnya bekerja dulu. Terlalu sayang jika berkah dari Allah berupa jejaring imunitas ini kita disepelekan dengan lebih memilih obat-obat racikan tangan manusia, tanpa diberi kesempatan sama sekali. Hehe. Prinsip yang keren kan?

Sudah cukup lama aku memilih jalur pemulihan alami, dengan berusaha menghindari obat-obat pabrikan dan semacamnya, kecuali jika benar-benar darurat. Badan kita cukup punya sistem pertahanan yang baik, dimulai dengan radar pendeteksi yang akan melacak setiap gelagat tak baik, kemudian sistem peringatan dini yang memancarkan sinyal tanda bahaya. Biasanya jika kondisi tubuh yang capek, ditambah cuaca yang tak menentu, akan menjadi faktor pemicu sakit. Setiap kita harus punya ukuran sendiri untuk itu.

Biasanya, begitu mengetahui ada tanda bahaya, alias ada yang nggak beres dengan tubuh kita, aku langsung dopping dengan vitamin C. Silakan, bisa secara alami dari buah jeruk, cabe, mangga, ataupun beli tablet vitamin C, atau jenis-jenis supplement lain. Langkah ini insya Allah akan meningkatkan daya tahan tubuh dan memperkuat sistem kekebalan. Kalau hanya flu biasa, radang-radang kecil dan sejenisnya, langkah ini cukup manjur.

Lalu, perlu juga ditambah dengan konsumsi buah dan sayuran yang banyak. Juga istirahat yang cukup. Langkah-langkah ini nampaknya memang seperti mengabaikan gejala sakit, tapi patut dicoba. Biarkan upaya ini bekerja dulu, insya Allah lebih aman.

 Mungkin bagi kaum wanita dan terutama ibu-ibu, polah kami yang ngeyel untuk tak berobat ini cukup menjengkelkan, tapi makna dari itu semua adalah tentang wibawa dan pengajaran..Ehm ehm.. Bahwa menunjukkan kami cukup kuat dan tak ingin membuat kalian khawatir dan berlama-lama dalam pengaruh obat kimia adalah sebuah kebanggaan. Mungkin ini hampir sama dengan saat para ibu dan istri yang baik yang memilih untuk tetap memasak dan menyediakan menu terbaik yang mampu mereka sajikan di saat mood dan uang belanja kurang bersahabat.

Di satu sisi, sikap abai ini memang menjengkelkan. Tapi mudah-mudahan memberi kebaikan-kebaikan dalam berumah tangga. Ada banyak cara untuk menunjukkan perhatian kita 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s