Menulis 2015

Awal 2015 ini, setidaknya ada dua kesenangan baru, yang masih dalam aktivitas tulis menulis. Sebagai seorang penulis amatiran yang belum berhasil menelurkan sebuah buku pun, aku lumayan konsisten untuk ndableg. Ndableg yang positif, karena banyak orang yang bilang tulisanku biasa-biasa saja. Ya iya sih, maunya pake majas-majas dan idiom gimanaa itu, tapi malah garing jadinya.  Kalau diibaratkan adegan sebuah film, mungkin mirip saat Raditya Dika mencoba melucu di depan gebetannya dalam serial Malam Minggu Miko. Lalu ada suara jangkrik, menguatkan makna bahwa scene itu benar-benar membuat bulu kuduk merontokkan diri. Lalu muncullah Mas Anca, yang tak cukup bisa menolong Miko dari kutukan gawat darurat itu.

Eh, kembali ke tema. Baru-baru ini, aku berhasil submit sebuah tulisan ke laman keren : birokreasi.com ,  sebuah kanal para birokrat (muda) yang gatel tangannya, yang merasa sayang pada otak dan jiwanya untuk keluar dari jeratan rutinitas. Di sana sih tertulis :

Akhir 2012, kami, para birokrat yang mengaku suka sastra dan jenuh dengan monotonnya ruang kubikel kantor berdiskusi dan memutuskan untuk membuat sebuah wadah untuk belajar dan berbagi passion yang kami miliki dalam bidang tulis-menulis, terutama soal sastra. Wadah yang segera dituangkan ke dalam ruang di dunia maya, yaitu birokreasi. 

Aku cukup yakin, ruang kubikel yang dimaksud itu adalah sepetak ruangan yang sekarang mengungkungku ini. Sedari awal, aku cukup yakin bahwa di belantara maya pasti ada ruang alternatif, daripada sekedar berbaju Korpri dan jalan-jalan ala dharma wanita, untuk para birokrat dan jundi-jundi pemerintahan ini. Dan benar. Setidaknya ada kesempatan ke arah sana, bersama-sama membebaskan syaraf kami dengan tulisan.

Wahai para admin, inilah juniormu, yang kurang lebih telah mengalami pergolakan yang kalian rasakan, di tengah gelontoran rupiah di DIPA yang kian hari kian mengejar-ngejar untuk dieksekusi di KPPN. Eh, maaf. Ga sampai bersajak seperti itu juga sih, cukup mengirimkan email ke redaksinya, dan dalam beberapa kali berkorespondensi, akhirnya tulisanku berhasil dirilis. Silakan dibaca di sini : Pion .

Lumayanlah sebagai fresh entry, mengingat di situs itu telah terpampang begitu banyak artikel berkualitas, mulai dari sajak, sastra, satir, berbalas kajian, sampai bermacam-macam curhatan seputar korps baju keki. Bahkan, yang membuatku cukup melted adalah proyek nulis buku yang telah paripurna digarap oleh birokreasi.com ini. Bertajuk “Kuda Besi : Kumpulan Dongeng dan Fantasi Anak bersama Birokreasi” orang-orang di balik situs ini benar-benar telah membuatku iri. Apalah, ternyata sudah banyak yang bergerak nyata dan kreatif, tak mau terkungkung pada korpsnya. Mau bukti tentang kerennya mereka ? Sila dibuka di sini

Oke, ini bagian pertama dari dua hal yang menarik di awal tahun ini. Sudah hampir setengah empat sore, 30 menit menuju pulang. Okesip.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s