Mbuletnya timur tengah

Copas dari facebook seseorang :

Jadi begini, Iran menyokong Assad, sedangkan negara-negara teluk melawan Assad. Nah, Assad melawan al-Ikhwan al-Muslimuun (IM), IM dan Obama melawan Jenderal as-Sisi. Tapi, negara-negara teluk membela as-Sisi, berarti mereka melawan IM yang melawan Assad. Lhoh?

Nah, Iran tentu selalu pro-Hamas, sedangkan Hamas membela IM. Lha, Obama juga membela IM, dan jangan lupa, Hamas adalah musuh AS. Berarti Hamas dan Obama sepihak? Lha iki piye?

Kita tahu, negara-negara teluk nunut AS. Turki bersama negara-negara teluk melawan Assad, tapi juga si Turki ini menyokong IM melawan Jenderal as-Sisi. Padahal, Jenderal as-Sisi dibekingi oleh negara-negara teluk. Jadi, Turki sepihak sekaligus musuhan dengan negara-negara teluk dong. Hayoh!

Mumet? Jujur, nyong mumet.

Timur Tengah memang ruwet, nggak sesederhana seteru muslim versus kafir seperti apa yang ada di endasmu. Rumah tangga mereka sedang kacau alias mbulet. Prahara politik padang pasir!

Bahkan kalau boleh beropini, sebersemangat apapun bantuan dari luar tidak akan pernah bisa jadi solusi, jalan keluarnya adalah: jika dan hanya jika ada persatuan di dalam lingkungan mereka sendiri.

Sayangnya, mereka mudah sekali berantem terpancing sentimen ideologi. Dan sayangnya lagi, ideologi itu adalah agama yang identik sebagai jalan menuju Tuhan. Dan sayangnya lagi, agama itu adalah Islam yang identik dengan kesejukan. Ironis, ‘kan?

Ketika ada kericuhan, maka yang disalahkan adalah selalu pihak luar. Provokasi dari Yahudilah, Baratlah, kafirlah. Ya, mereka memang salah, tapi bukankah akan lebih baik jika kekebalan internal ditata agar tidak mudah digoyah oleh rongrongan eksternal?

Timur dan Barat sejak dahulu kala memang penuh intrik. Apalagi setelah terjadi interaksi di antara keduanya yang berlatar belakang ekonomi; dagang. Maka strategi-strategi politis pun disusun untuk saling menancapkan kuku-kuku kekuasaan; perang!

Semoga negeri-negeri tempat bermukim kaum muslimin di Nusantara tidak begitu, kita di sini masih mewarisi kebijaksanaan leluhur tentang legawa dan sumarah. Entah sudah dekat kiamat atau belum, entah ada setan freemason dan tatanan dunia baru atau tidak. Yang jelas, kita punya tata peradaban bertabur kebijaksanaan yang luhur.

Mari, sebagai sedulur dari jalur Nuh, kita contohkan kepada saudara-saudara kita di semenanjung Bulan Sabit Subur sana. Tentang kekuatan tanpa berkuasa, tentang kerukunan dalam beda, tentang ketenteraman bersama-sama.

Silakan mau jadi sunni-sufi, sunni-salafi, syi’i-sufi, syi’i-salafi, sunni-kejawen, syi’i-kebetawen, salafi-kesunden, sufi-kemaduren, atau apapun. Itu pilihanmu, asalkan benar-benar lahir dari pemahaman ilmu dan tuntunan lubuk hatimu. Monggo. Tafaddhol. Namun tetaplah melek realita dimana kau hidup, kau bernapas, kau bercocok tanam, kau tumbuh dan bermasyarakat.

Toh bukti penghambaan vertikal adalah pada pengabdian horisontal. Jika dari sekian banyak rejeki yang dianugerahkan Tuhan kita diwajibkan zakat harta, maka kitapun semestinya berzakat cinta, menebar kasih sayang kepada sesama.

Hamemayu Hayuning Bawana.

Semoga keselamatan, kedamaian, kasih sayang, serta berkah dari Tuhan senantiasa melingkupimu.

(sumber : http://www.facebook.com/ziaulhaq.godonggedang )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s