Year End Report

It has been so long time without some crazy words inside here. Yeah, bulan ini luarbiasa padatnya, maklumlah akhir tahun seperti ini dikejar deadline macam-macam kerjaan. Oke, tak perlu diceritakan nanti ndak malah kacau. Hehe

Ada banyak cara menceritakan hal-hal baik, kecuali jika kemudian kamu merasa sangat buruk terhadap beberapa hal lain. Yapp, pelarian. Kecuali kamu sudah merasa nyaman dengan duniamu, silakan. Tapi tega ya. Yah, lets turn around. Mau mulai dari mana ya. Aku bagi saja menjadi beberapa subpost, biar enak membacanya. Itupun kalau ada. Hehe..

Twitter Effects

Follow gue ya. Hahaha.. Sayang banget kalo loe ngejual diri dengan merengek-rengek minta follow. Ngerasa hina nggak sih ? Hehe, gue sih udah tobat, udah insyaf dari follow-beg  #ehh. Masih banyak kali, kesenangan dan manfaat dari ngetwit. Nemuin orang-orang hebat dari twitter, memaknai kata-kata mereka walau kadang susah diterapkan dalam hidup.

Satu hal yang paling keren dari twitter yang pernah aku alami, kenal dengan beberapa orang yang kemudian sangat bangga dengan hal itu. Yang pasti, sehobi, seminat dan punya care yang sama denganku dalam hal social activity. Mereka ini punya misi yang baik, mencoba peduli pada anak dan memberikan apa yang mereka bisa, mereka punya untuk membuat anak-anak tertawa bahagia.

Orang pertama yang kenal lewat twitter itu adalah Rizka, mahasiswi Universitas Islam Indonesia asal Kudus. Ternyata dia juga aktivis forum anak. Seperti biasa, orang-orang semacam itu pasti akan menemukan saudara dan kawan yang memiliki jiwa yang sama di manapun berada. Dari Rizka ini pula, aku dikenalkan dengan beberapa nama lagi yang keren abis : Mbak Retno, Dian Rahma, Kiki Widya, lalu Mas Denso, satu lagi lupa. Hehe, mereka sih ngakunya orang-orang yang kelebihan energi dan tak tau harus ke mana menyalurkannya. Akhirnya ya, itu. Melalangbuana sampai bumi Kulon Progo bagian pucuk membagi keceriaan.

Sampai sekarang, sudah 3 kali mereka berkunjung ke Sanca, sanggar yang aku dan beberapa teman bentuk di dusun Clapar, Hargowilis, Kokap. Sebuah kawasan cukup terpencil dengan akses transportasi dan komunikasi yang sangat terbatas. Salut, untuk orang-orang yang seharusnya cukup nyaman berada dalam lingkaran kemapanan, mau dengan sukarela berbagi jauh-jauh mengunjungi adik-adik kami yang sangat membutuhkan bimbingan dan pengetahuan baru.

Luarbiasa, kalau saja semua social media mampu memberikan efek seperti ini, niscaya banyak anak-anak terbantu oleh orang-orang seperti ini. Adakah kalian seperti itu ?

Tentang SANCA

Sanca, Sanggar Anak Clapar Ceria. Sebuah nama yang sangat melekat bagi kami, sekawanan anak muda yang haus akan tawa bahagia. Pertengahan tahun 2009 kalau tidak salah. Aku, Fani, Suryana, Andri, Kori, Ipuk, Yeni, Agus, Aji dan beberapa lagi. Dengan medan terjal dan menanjak, kami mulai menggeber sepeda motor menuju Dusun Clapar. Iya, di sanalah tujuan kami. Ingin membagi keceriaan, lalu mungkin jika Allah berkehendak, membantu mereka. Ini akan menjadi catatan hebat yang panjang. Insya Allah.

Sudah 3 tahun berlalu, suka duka dan perjuangan. Hal terindah dari itu semua, mampu melihat anak-anak dari Sanca yang tumbuh semakin percaya diri, mampu berkreasi, belajar bersama, sangat membahagiakan. Berbagai pihak yang mulai membantu, peduli, dari sekedar berkunjung maupun memberikan bantuan, mampu mempertahankan eksistensi Sanca. Mahasiswa, LSM, Forum Anak, maupun secara personal silih berganti berkunjung. Sangat keren.

Yap, tentu banyak juga kegetiran yang terjadi. Seperti pada umumnya, kami pun harus mengejar cita-cita kami sendiri. Dari sekian banyak pengajar dan relawan, satu per satu harus membagi waktu dan mengambil pilihan sendiri. Kuliah dan menetap di Jogja, bekerja di kota lain, fokus belajar saat kelas 3, dan beragam pilihan hidup lain. Sedikit yang bertahan, meski mereka pun sesekali masih sempat berkunjung. Tapi itu semua adalah realita yang indah, aku yakin di hati mereka, kami semua telah tertanam jiwa itu. Sebuah spirit, ruh, dan keyakinan akan indahnya berbagi. Iya, kami tak punya uang untuk dibagi, tak ada materi dan hal-hal mewah lain yang mampu menolong anak-anak itu secara instan. Tapi kami punya hati, kekuatan, ilmu untuk dibagi, tenaga untuk mengangkat, tangan untuk menggandeng, dan tentu doa yang terus terpanjat.

Kabar-kabar baik terus saja datang ke Sanca. Dalam beberapa bulan terakhir, kegiatan semakin hidup dengan adanya kepedulian dari orang-orang. Kekhawatiran dan lelah selama ini, mampu ditepis. Ikhtiar ini sangat indah. Agenda ke depan, akan ada banyak kegiatan yang akan dilaksanakan. Kunjungan mahasiswa dari UGM, UAD, kegiatan awal tahun, dan lainnya. Anak-anak itu pasti akan senang sekali. Iya, sesederhana itu kok. Allah, kuatkan kami untuk tetap mampu membagi yang kami punya, karena sesungguhnya itu adalah hak anak-anak itu yang Engkau lewatkan pada kami.

Secara pribadi, banyak hal yang ingin aku wujudkan di sana. Aku ingin seperangkat alat musik untuk mereka, ada guru les tari yang rutin mengajar, sebuah workshop seni yang akan mampu membiayai sanggar secara mandiri, kemudian di awal tahun membawa anak-anak itu berkunjung ke Taman Pintar. Aamiin, Allah bantu kami J

( Dalam 5 atau 10 tahun mendatang, anak-anak itu akan menjadi sangat luarbiasa. Aku percaya itu )

5 cm

Rentetan kejadian yang membimbingku. Dari Mbak Retno, Kiki dan Mas Denso. Minggu lalu mereka ke Sanca, kemudian berpetualang menyusur kelokan bukit di Clapar. Takjub. Akupun, yang sudah berkali-kali ke sana masih saja kagum tiap menatap paparan bumi yang elok itu. Mereka berdecak, sambil menceritakan tentang Ranukumbolo dan Mahameru. Tentang keinginan ke sana. Apa ini ?

Dan kemudian kesampaian malam tadi, niatnya mau nonton Habibie Ainun tapi kehabisan tiket. Apa boleh buat, harus ada second alternative. Film “5 cm” jadi pelarian kami (Aku dan Panda J ). Aaaaaaaakkkk, ini gila kerennya. Sumpah, nangis-nangis dah loe, kecuali kalau kamu punya rumah yang ngambang di udara sana. Ini adalah tentang nasionalisme tingkat tinggi yang dihias oleh persahabatan sejati, plus cinta kasih yang indah. Arial, Genta, Iant, Zaffran, Riani dan Adinda. Aku pengin mengalami itu. Normatif sih, tapi semangatnya itu lho.

Jika kamu punya cita-cita, letakkan 5 cm di depan mata kamu. Kejar, kejar, pasti dapat. Sertakan Indonesia di dalamnya. Aduuuhhh, gimana ya sensasinya menghormat Sang Merah Putih di puncak Mahameru. Negeri di atas awan. Pengennnnnnn…..

Mimpi

Ungkapan keren di film-film, setidaknya bisa kamu temukan di Film Mercury Code dan Naruto, dan juga beberapa lagi nggak tau judulnya :

Aku (atau siapapun) akan tumbuh dewasa, bermain dengan sahabat-sahabat yang keren. Masuk SMU, berkenalan dengan gadis, mengajaknya makan, pacaran. Lalu masuk ke universitas, lulus dan bekerja. Menikah dengan gadis yang aku cintai, nggak perlu cantik, yang biasa-biasa saja. Kami tinggal di rumah yang sederhana, punya banyak anak yang mandiri. Kami semakin tua, nanti aku pengen mati lebih dulu daripada istriku.

Banyak kawan yang masih mencari bentuk mimpi-mimpinya, mereka masih dalam fase pencarian. Pencarian tahap awal, mereka bisa menjadi siapapun dan apapun yang diinginkan. Aku berada pada fase lebih tinggi, namun belum cukup tinggi untuk mampu melihat secara lebih jelas tentang kepastian. Paling tidak, sekarang adalah waktunya mengejar sepenggal jalan yang baru beberapa saat lalu aku masuki. Dengan berbekal beberapa impian yang telah tercapai, jalan ini semakin menanjak. Rasa syukur akan menjadi pemantik yang luar biasa untuk langkah selanjutnya. Di dalamnya, telah aku sertakan nama-nama yang lekat padaku. Allah, bantu aku mewujudkannya, sebagaimana Engkau wujudkan impian yang telah tersampaikan lewat film “5 cm”.

Judi Nomor

Lompat tema ya, ini tentang gelinya orang yang kecanduan beli nomor (baca: togel) yang ibarat jamur di celana jeans bututku, kadang ilang kalau dicuci, datang lagi kalau males nyuci. Sumpah deh, enggak ada hal terabsurb orang gila togel, hari-harinya selalu diisi dengan deretan angka yang muter-muter kagak jelas. Apa lagi kalau bukan aktivitas meramal nomor. Ini nih…

Nggak perlu sebut merek, sebut saja Sambel (jelas dia cowok), umur sedikit lebih muda dari gue, rambut kriwil-kriwil, paling suka kalau ada orang kesandung. Hehe, dia ini rupanya lagi kecanduan nomor. Meski nggak jelas juga apa dia lulus mata kuliah Matematika, tapi kalau yang namanya rumus-rumus kimia, jago juga. Enggak nyambung kan, ya karena emang nomor togel itu harus pake logika terbalik untuk bisa nembus. Namanya juga ilegal, otaknya juga harus berfikir ala pelaku ilegal logging. Hahaha.. Lalu ada lagi satu orang kawannya si Sambel, namanya Kantong, seumuran Sambel, rambut njeprak, hobi pake celana kolor dan seumur hidup baru sekali punya facebook. Si Kantong ini rupanya pengen juga beli togel, tapi dasar orang kikir, dia hanya ikut meramal nomor yang mau keluar tanpa ikut membeli. Dengan sedikit modal ilmu supernatural dan gerakan-gerakan magic, dia sih sangat meyakinkan kalau ngeramal nomor. Kelemahannya cuma satu, belum ada tebakannya yang nembus. Itu aja.

Adegan ngeramal nomor (ala Betawi, kejadian asli dalam Bahasa Jawa Krama Alus) :

Sambel          : Kancuut, nyaris nembus gue Tong… Alamak, 5 juta melayang..

Kantong        : Eloo sih ngeyel, gua bilang juga apaaa..

Sambel          : Emang bilang apa elo kemaren. Yah, nombok lagi dah.. Elo sih enak cuma utak-atik, keluar duit kagak, kalo nembus minta jatah.. Mbeehhh..

Kantong        : Uda mending dibantuin.. Emang yang keluar malam ini brape Mbel?

Sambel          : 38, nih gue beli 37.. Nyaris kan tuh.. Gue beli 20 nomor, rugi nih.. Aduuhhh..

Kantong        : Udah nggak ape-ape, sini gue bantu ngeramal lagi.. Mana pulpen..

Sambel          : Kancut loe, paling juga pake rumus phitagoras lagi.

Kantong        : Kagak lah. Nih kan yang keluar 38, besok pasti kebalikannya. Kalo nggak, jumlah dari kedua nomor itu jadi buntutnya, kemungkinan lain jadi 83 di awal, trus buntutnya dibalik. Kalo nggak 8338, ya 3883. Hmm, gimana Mbel teori gua, ngerti kagak…??

Sambel          : (sambil manggut-manggut)..Hmmm, tapi kan ini tanggal 25, pasti bandarnya nggak jauh-jauh dari angka itu deh.. Feeling gue sih gitu Tong..

Kantong        : Oh iya juga ya, brarti kita bolak-balikin nomor 25 itu aja Mbel. Eh, sekarang kan bulan Desember tahun 2012, udah mau tahun baru juga. So, apa ada hubungannya ya Bro?? Desember bulan 12, tahun 2012. Ettaahh, cakep dah. Gue nebak dibalik, jadi 2102.. Yakin dah, nembus tuuhh…

Sambel          : Yakin loe ?? Tuh nomor emang cantik sih.. 2102 apa 3883 sob jadinya ??

Kantong        : Hmmm… Tunggu bentar. Kemaren gue liat motor kecemplung got, nomor polisinya tu B 7767 HJK. Feeling gue, tuh angka bakalan ngebawa keberuntungan buat kita Tong.. Kaya si Dora kemaren, liat pesawat jatoh, eh dia nembuss cooyyy… Gila nggak tuh??

Sambel          : Emang pesawat ada nomor polisinya ??

Kantong        : Engg..Enggakk juga sih… Tapi gue yakin banget, tuh nomor bakal nembuss..

Sambel          : Ah elo, dari kemaren juga bilang gitu. Dapat bisikan dari mana-mana, taunya kagak ada yang nembus. Rugi gue..

Kantong        : Yaelaah, besok tuh hari baik gue tau Mbel, hari Rebo. Gue yakin banget, ntu nomor bakalan keluar… Udahh, nyok kita beli sekarang ajee, ngapain pusing-pusing..

Sambel          : Eh btw the way, eluu liat motor nyemplung got di mana?? Motornya warna apa ??

Kantong        : Enggg..enggg.. Ntu di deket warungnya si Mumun.. Motornya sih Mio warna ungu, jelek gitu deh bentuknya ancurr..

Sambel          : Ohhh, gituuu…Tadi loe bilang brapa nomor platnya ??

Kantong        : Gue sih rada lupa, kayaknya sih B 7767 HJK . Wait-wait.. Gue nemu ilham lagi Mbel.. Abiss liat tuh motor di got, gue sempet liat bintang, 12 biji muter-muter di langit.. Naah, ntu tuh. Kagak salah lagi, nyang keluar kagak jauh-jauh dari angka 12.. Kali ini gue yakiinnn 100% Mbel..

Sambel          : Yakin loe ?? Mana duitnya ??

Kantong        : Eee..eeh.. Pake duit loe dulu Mbel, ntar kalo nembus gue ganti..

Sambel          : Muke gilee loe, ogahh.. Enak aje, ya kalo nembus. Kalo kagak, runyam ni urusan..

Kantong        : Ayolah, kita kan pren.. Mbel..

Tiba-tiba si Sambel ngguyur si Kantong pake air.. Byuurrrr….

Sambel          : Wooyyy, sadar wooyy.. Ntu yang nyemplung tuh motor gueee, elo pake kecemplung got.. Pantesan aja bempernya renyekk gitu, ternyata eloo yang njungkirin..  Pantesan aje kepale loe bonyok gitu, liat bintang pula.. Kejedot pohon melinjo loe yahh.. Udah gila lu yaaa…

Tiba-tiba tamat.*Hening.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s